Main Cast
- Kim min seok As Xiumin
- Sohee as Sora
- Park Chanyeol as Sehun juga chanyeol asli
- Choi Sooyoung as Kim Min Ah
desclaimer : cerita, tataa letak, murni keluar dari pikiran sendiri, tapi ada satu Xiumin belong to me.
happy reading
satu lagi banyak typo bertebaran.
poster made by Icheichi
story begin
Kota washington menjadi kota yang sangat ramai pada pagi hari
sekalipun. Banyak orang berlalu lalang di setiap jalan, dan trotoar untuk
mencari penghasilan yang besar. Tepat di apartemen berwarna krem itu. Sora seorang
anak perempuan yang dilahirkan di tengah-tengah keluarga elit. Yang
mementingkan kehidupan materinya di banding yang lain. Ya, orangtuanya mengirimnya
ke amerika untuk belajar. Agar kelak dia bisa menggantikan posisi ayahnya di
perusahaanya nanti. Umurnya sekarang baru 19 tahun, juga dia termasuk pintar di
bidangnya. Dia juga sama sekali tak menghiraukan orang-orang di dekatnya. Walau
dia merasa kesepian. Dia selalu mengabaikan perasaan itu dan dia berfikir,
teman bisa di beli dengan uang. Karena memang teman-temannya seperti itu semua.
Baik hanya jika Sora mentraktir mereka makan, dan berpura-pura baik jika
menginginkan sesuatu dngan uang.
Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan kim min ah seorang
perempuan sederhana yang tiba-tiba datang ke kehidupannya dengan tidak sengaja.
Pertemuannya terjadi ketika melihat kim min ah d jahati oleh segerombolan
penjahat. Sora melihat dia sedang berkelahi dengan para penjahat itu. Sora
melihatnya kagum karena pada saat itu kim min ah sangat pandai berkelahi tapi
nasib naas menimpanya seseorang menusuknya dari belakang dan meninggalkannya di
tempat itu. Para penjahat itu berhasil mengambil barang kim min ah dan pergi
meninggalkan mina ah sendirian. Dan pada saat itu juga Sora mendekati min ah
lalu mencoba menelpon ke rumah sakit
“jangan bawa aku ke rumah sakit, aku mohon.” Kata min ah lemah
“tapi kau terluka, dan lukamu itu dalam.” Seketika itu minah
pingsan, Sora makin panic.. dia tak menghiraukan apa yang di atakuti min ah.
“ah apa aku telpon pengawalku saja. Iya itu ide yang bagus.” Kata
min ah
Tapi belum Sora menelepon, pengawal pribadinya datang
“belum aku meneleponmu kenapa kau sudah datang.” Kata Sora
“maaf nona, saya bertugas unutk mengikuti nona kemana saja. Dan
nona juga sudah tau itu, saya akan terus mengawasi dan menjaga nona dari kejauhan
seperti yang diperintahkan olleh ayah nonoa.” Kata Park Sehun penawal pribadi Sora
“ah iyya aku luppa. Kau bawa orang ini ke rumahku, dan obati dia,
atau panggil dokter pribadi kita.
“ah tapi nona, kenapa.” Belum sehun meneruskan kata-katanya
“aku juga tidak tahu, aku hanya merasa dia ini berbeda dengan
manusia lain.” Kata Sora, sehun hanya mengangguk dan membawa min a ke rumah Sora.
Setibanyq kerumah Sora, sehun langsung menidurkannya di sofa tidur.
Sehun terus memandangi min ah penuh dengan tatapan curiga. Sora yang melihat
itu,
“jangan dulu beranggapan buruk kepada orang-orang di dekatku, cukup
awasi mereka saja.” Kata Sora membuyarkan tatapan sehun.
“ah baik nona, maaf.” Sehun tak pernah marah jika di marahi ataupun
di buat jengkel oleh Sora, karena memang sehun tau watak Sora. Dia telah
menjadi pengawal Sora sudah lama. Sehun juga punya hutang budi kepada Sora
karean dia pernah menyelamatkan nyawanya.
Flashback
11.30 waktu seoul (?)
Terjadi kecelakan di jalan menuju everland (kaya ancol kalo d indo).
Sora dan ayahnya yang sedang berjalan-jalan melihat tabrakan itu. Sora tak
sengaja melempar bonekanya ke jalan dan di ambil oleh anak lelaki itu. anak
lelaki di tabrak dan di biarkan tergeletak begitu saja.
“ayah tolong dia, dia sedang sekarat.” Kata Sora yang terus
memandangi anak itu
“iya nak,” kata ayahnya, ayahnya langsung menggendong anak lelaki
itu dia di bawa kerumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Sora sangat khawatir. Dia tak tahu kenapa
dia bisa sekhawatir itu. Sora mendengar apa yang sedang d bicarakan oleh ayah
dan dokter. Pa dokter bilang bahwa untung saja anak itu d bawa dengan cepat.
Jika tidak dia tak akan selamat. Tapi kabar buruknya anak itu mengalami hilang
ingatan.
Sora datang ke kamar sehun
“hei kau, kau sudah sadar? Kau tau siapa namamu? Hei.” Sora terus
menaynyakan ke anak itu. Walalu dia tahu dia tak akan menjawab.
“ayah dia bisa sadarkan? Ayah bolehkan dia jadi pengawal pribadiku
sampai ingatannya kembali lagi? Ayah bolehkan, ayah ayah kan kaya, ayah juga
mau kan menyekolahkan dia satu sekolah denganku? Ah atau tidak satu sekolah
saja juga tak apa-apa.” Kata Sora memeluk ayahnya.
Flashback end
“apa dia sudah sadar?” Tanya Sora yang sedari tadi duduk di pinggir
sofa.
“nona tidur saja dulu, saya akan menjaganya.” Kata sehun
“dulu juga kau seperti ini. Aku khawatir, aku takut orang yang ada
di depanku mati. Aku tak mau melihat orang mati di dekatku. Sadarkan dia
sekarang.” Kata Sora
“kau tidak seperti terlihat dari luar, walalu memang kau acuh
dengan keadaan d sekitarmu, tapi jika itu mnyengkut nyawa, kau.” Belum sehun
meneruskan kata-katanya
“aku tak mau melihat orang mati di dekatku. Ibuku mati di dekatku
ketika dia menyelamatkanku. Kau hampir mati ketika mau mengambilkan bonekaku, dan
orang ini, wanita ini terluka ketika mempertahankan barang berharga yang ia
punya, dan itu bukan uang.” Tak terasa air matanya menetes di depan sehun. Ya
dia selalu menangis di depannya. Seorang pengawal pribadi yang lebih cocok di
jadikan kakak sebenarnya. Yang selalu menenangkan Sora dan dengan sengaja diam
di dekatnya. Dengan otomatis Sora membuka mulutnya dan berbicara semua
masalahnya, sehun mendengarkannya dengan hati hati dan hanya diam.
“kau terima kasih. Tapi kenapa kau selalu diam dan tak pernah
meyarankan sesuatu padaku.” Lanjut Sora menghadap ke sehun
“maaf nona. Bukiannya aku tak mau menyarankan sesuatu, hanya saja
yang saya tau. Anda bisa menyelesaikannya sendiri dan beluk saya sarankan pn
anda selalu tau apa yang ada d pikiran saya. Jadi saya hanya akan mendengarkan
nona denga hati-hati. Jika memang nnona ingin saran dari saya, hanya satu yang
bisa saya katakana. Teruslah bersikap sepertiini, jangan biarkan orang lain
melihat air mata nona jika orang itu bukan orang yang sangat dekat dengan nona.
Untuk masalah wanita ini saya akan
mengurusnya. Sekarang nona istirahatlah. Jangan berpikir terlalu banyak.” Sehun
panjang lebar menjelaskan. Sora hanya tertunduk.
“ah iyya benar yang kau katakan. Kau memang selalu benar. Oh iyyaa.
Besok aku harus pagi-pagi. Tolong jaga dia.” Kata Sora berlalu meninggalkan sehun
dan min ah ke kamar.
“tapi sebenarnya aku tak tahu aku ini siapa.” Sehun terdiam
duduk di depan sofa min ah. Dia masih pingsan. Malam itu berlalu dengan tanda
Tanya yang besar di kepala sehun. Tentang siapa dirinya dan kenapa dia seperti
mengenal wajah wanita ini. Wanita yang sedang berbaring sekarat d hadapaannya.
to be continued....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar