Selasa, 23 Juli 2013

I know It's You {part 3}

Main Cast
  • Kim min seok As Xiumin
  • Sohee as Sora
  • Park Chanyeol as Sehun juga chanyeol asli
  • Choi Sooyoung as Kim Min Ah 
other cast : bisa di baca nanti
desclaimer : cerita, tataa letak, murni keluar dari pikiran sendiri, tapi ada satu Xiumin belong to me.
satu lagi banyak typo bertebaran.
poster made by Icheichi

cerita sebelumnya
lelaki misteruis yang menyukai sora akhirnya datang, dengan sangat hati-hati dia mengikuti sora. bukan mengikuti, tapi dia berpura-pura membenarkan jasnya. sampai pertemuan itu terjadi, sora masih tetap acuh.


 cerita selanjutnya (happy reading)


Jam kuliah Sora sudah selesai. Sora merasa capek hari itu, dia menelpon sehun

“sehunie, tolong jemput aku, aku rasa aku tak enak badan.” Kata Sora di telpon

“iyya nona, aku akan segera ke sana, tapi berhubung nona yang bawa mobilnya mungkin saya dari sini pakai taksi jadi bersabarlah sedikit ya.” Kata sehun

“iyya aku tunggu.” Kata Sora menutup telponnya.

Sora duduk di depan kursi taman. Dia memutar lagu kesukaannya sambil menutup mata dan merasdakan angin yang menerpa pipinya lembut.

“so baby don’t go….” Sora tak sadar berdendang seperi itu dan terdengar oleh lelaki yang tadi pagi menabraknya. 

“suaramu merdu juga.” Kata lelaki itu

Sora terkejut dan membuka matanya. Sora hanya membenarkan cara duduknya, tak berkata sepatah kata pun.

“aku orang baik-baik. Jangan takut.” Kata lelaki itu menambahkan.

Tak lama setelah itu sehun datang.

“maaf menunggu lama, ayo kita pulang.” Kata sehun.

“ah iyya oppa, mari kita pulang.” Kata Sora dia pergi tanpa menoleh ke lelaki yang tadi. Lelaki itu terus melihat kepergian Sora

“ini akan menjadi sesuatu yang sulit, ah aku suka perempuan itu.” Kata lelaki itu dan pergi berlawanan arah.

Di jalan sehun mengingat muka lelaki yang di temui Sora. Dan dia berpikir bahwa lelaki itu pernah dia temui sebelumnya. Dan dia juga berpikir bahwa mauka lelaki itu  sedikit mirip dengan majikannya.

“maaf nona atas kata-kata yang tadi, aku tak memanggimu dengan sebutan nona.” Kata sehun

“iyya tak apa- apa, tadi juga aku memanggimu oppa jadi kita impas.” Kata Sora mebuat senyum simpul yang sangat manis di mukanya. Sehun yang melihat itu dari kaca spion  juga tersenyum.

“ah sehuniie aku belum pernah melihatmu tersenyum sepert itu, kau tampan juuga rupanya. Oh iya min ah bagaimana?” kata Sora

“aku sering tersenyum hanya saja selalu di tempat tertuutp. Dia sudah agak baikkan.. kita sudah sampai.’’ Kata sehun. Dia langsung mebukakan pintu mobil dan berjalan menuju apartemen.

Sesampainya di kamar Sora dan sehun kaget karena banyak makanan yang tersedia di meja makan.
“ah apa sebelum kau menjemputku kau yang memasak ini semua?” Tanya Sora

“bukan nona.” Kata sehun singkat dia melihat sekeliling dan mendapati min ah sedang bolak balik merapikan meja makan. Sehun menepuk bahu Sora pelan dan berisyarat untuk melihat ke arah dapur.

“ini aku yang masak ucapan terima kasih karena kalian sudah menyelamatkanku. Silahkan di makan.” Kata min ah sambil membawa semangkuk sup yang masih beruap, ia siapkan itu di meja makan. 

“waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh wangiiinyaaa sedap sekaliiiiiii. Aku jadi sangat lapar. Sehuniie jangan-jangan kalian berjodoh haha.” Kata Sora sedikit melepaskan tawa. Sehun yang sedari tadi berada di belakang Sora terheran kenapa bisa Sora berkata seperti itu. Min ah pun hanya tersenyum tahu maksud apa yang di katakana Sora

“Sora pengawalmu tak mengerti tentang apa yang kau katakana barusan.” Kata min ah tersenyum  mempersilahkan Sora duduk di kursi dekat min ah.

“aku seperti tamu di sini.” Kata Sora yang terus melihat makanan
“dan kau itu pemilik rumah ini.” Sora melanjutkan perkataannya. Dia langsung menyuruh sehun duduk di depannya tapi dia menggeleng. Dengan sigap Sora langsung menggandeng tangan sehun menyuruhnya duduk di depannya dan sehun menurut.

“aku sangat lapar, mari di makan.” Sora dengan sigap mengambil sendok dan makan dengan lahap. Begitu juga min ah dan sehun. Mereka makan dengan sangat lahap.

Makan selesai. Sora dan sehun membereskan meja makan. 

“eh biar aku saja, aku yg masak jadi kau yang bereskan.” Kata min ah
“tak usah, kau harus istirahat lagi, kau memasak masakan yang enak pasti kau cape, jadi sekarang duduklah.” Kata sehun

“iya biar aku dan sehun yang mebereskan.” Sora dengan sigap mebereskan dan membersihkan meja makan sedangkan sehun mencuci piring dan peralatan yang kotor di dapur. Min ah hanya tersenyum melihat kelakuan orang-orang yang menolongnya.

“kalian bukan seperti pengawal dan majikan. Lebih seperti suami istri ah tidak lebih seperti kakak dan adik.” Kata min ah tak sengaja mengeluarkan kata-kata itu, Sora hanya tersenyum, dia seperti ingin berkata sesuatu tapi karena pekerjaannya belum beres dia lanjutkan itu. Setelah selesai, Sora menghamipri min ah dan duduk di dekatnya.

“dia sudah lama bekerja denganku, dia juga yang selalu ada di dekatku, jadi memnag ya seperti ini hubungan kami, lebih kekeluargaan.” Kata Sora menjelaskan. Menekakan kata KEKEluargaan.

“senang ya, kalian tak sekandung tapi sangat dekat, nah aku kakak kandungku sekarang juga tak tau di mana berada, ada berita dia meninggal 10 tahun lalu tapi sebelum aku melihta mayatnya aku  tak mau percaya kalau dia sudah meninggal.” Min ah menjelaskan

“aku minta maaf dan juga turut berduka mendengar hal itu. tapi itu 10 tahun yang lalu, mungkin mayatnya sudah jadi abu, atau kalau memang dia masih hidup, apa aku masih ingat mukanya.” Kata Sora

“dia punya tanda lahir di punggung sebelah kiri, sama denganku.” Kata min ah sambil memperlihatkan tandanya itu.

Sehun yang sedari tadi mencuci di dapur kaget ketika min ah berkata tanda di punggung sebelah kiri. Dia merasakan sakit kepala yang teramat sangat sakit, sampai menjatuh kan diri ke lantai.
Pranggggg

Sora yang mendengar suara itu langsung menghampiri suara dan menadapati sehun terduduk memegang kepalanya

“sehun kau baik-baik saja? Apa kepalamu terasa sakit lagi? Kenapa?” kata Sora
Sehun tak menjawab dia hanya mengangguk pelan. Sora dengan sisgap mebereskan cucian dan membopong sehun ke ruang tamu dan membaringkannya di sofa. Min ah yang melihat itu juga tak tinggal diam, ia mngembilkan minum dan di serahkan ke Sora.

“ini minum dulu, apa kau baik baik saja?” kata Sora khawatir

“tolong jangan buat aku takut.” Kata Sora matanya hamper berair

“jangan mennagis, aku bak baik saja.” Kata sehun.

“kau kah adikku? Aku rupanya punya adik.” Kata sehun melihat min ah dengan sedikit berair

“apa, kau, benar-benar chanyeol?” kata min ah heran.

“aku tak tahu pasti, tapi sebelum aku terjatuh tadi, aku melihat sosok anak perempuan kecil, dia memberikannku kalung, dan kau berkata bahwa kakakmu itu mempunyai tanda yang sama denganmu di punggung sebelah kiri. Dan aku juga punya tanda di punggung sebelah kiri.” Kata sehun sembari membuka sedikit bajunya dan memperlihatkan tanda yang memang sangat persis dengan yang di punyai min ah

“kalian kakak beradik rupanya. Aku senang.” Kata Sora yang sebentar lagi air matanya menetes jatuh

“nona, tapi ini belum pasti. Aku belum sepenuhnya ingat semua.” Kata sehun kembali mengenakan bajunya

“sehun, 2003 kau di angkat menjadi pengawal pribadiku, jadi sudah 10 tahun kau bersamaku.” Kata shyma
“apa?, buknnya 2002?” kata sehun heran

“tidak, yg benar itu 2003. Sudahlah yang penting sekarang kau sudah bertemu adikmu walalupun itu masih gantung, tapi setidaknya jika kau bersamanya terus mungkin kau akan ingat, dan untuk itu aku putuskan, kau min ah, akan berada di sini selama yang aku mau. Sampai dia ingat semuanya.” Sora berkata dengan semangatnya

 “Dan kebetulan ada kamar kosong di sebelah kamarku jadi kau bisa memakainyua, juga baju, kau boeleh meminjam punyaku walau itu mungkin kecil, nanti kita akan berbelanja.” Kata Sora panjang lebar. Min ah hanya menangis dan tak tau apa yang harus di katakana. Dia langsung memeluk sehun yang belum di ketahui benar atau tidaknya dia adalah kakak kandungnya atau bukan. 

“ini pasti takdir, ya takdir, kau dan kakakau. Kita bertemu, bolehkah aku menangis.”kata min ah 

“ya kau boleh mennagis.” Kata Sora 

Hari itu di sudahi dengan sedikit terungkapnya siapa sehun sebenarnya, dia kakak yang selama ini di cari oleh min ah. Park chanyeol. Sehun hanyalah nama yang di berikan oleh ayah Sora, karena sebelumnya chanyeol tak ingat siapa dirinya. 

to be continued...
kapan ini ketemu abang xiumin nya???
#nangis di pojokan
*aadakah yang mau kasih saran???
*aegyo mode on*

Senin, 22 Juli 2013

I Know It's You {part 2}



  


Main Cast
  • Kim min seok As Xiumin
  • Sohee as Sora
  • Park Chanyeol as Sehun juga chanyeol asli
  • Choi Sooyoung as Kim Min Ah 
other cast : bisa di baca nanti
desclaimer : cerita, tataa letak, murni keluar dari pikiran sendiri, tapi ada satu Xiumin belong to me.
happy reading
satu lagi banyak typo bertebaran.
poster made by Icheichi

episode sebelumnya
"tapi sebenarnya aku tak tahu aku ini siapa.” Sehun terdiam duduk di depan sofa min ah. Dia masih pingsan. Malam itu berlalu dengan tanda Tanya yang besar di kepala sehun. Tentang siapa dirinya dan kenapa dia seperti mengenal wajah wanita ini. Wanita yang sedang berbaring sekarat d hadapaannya.

lanjutan. 

Pagi harinya

“sehunie, apa dia sudah sadar.” Kata Sora yang keluar dari kemar dengan balutan handuk di kepalanya

“dia belum sadar nona.” Kata sehun singkat

“aawww…” min ah sadar dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia masih merasakan sakit di punggungnya karena ertusuk benda tajam lumayan dalam.

“ah, aku sudah sadar. Aku tidak membawamu ke rumah sakit. Ini rumahku, kemarina ku melihat mu tergeletak d jalan. Aku membawamu ke rumahku, tapi sebenarnya pengawalku yg membawamu.” Kata Sora panjang lebar. Dia masih melihat min ah yang diam saja. Min ah sepertinya sedang mengingat wajah wanita dan lelaki yang menyelamatkannya.

“ah terima kasihh kau telah menyelamatkanku. Ini sakit sekali.” Kata min ah meringis kesakitan. 

“sehunie, aku sekarang mau siap-siap ke kampus. Kau tak perlu mengantarku. Kau tolong jaga dia ya.” Kata Sora sambil masuk kembali ke kamar. Di ruang tamu sehun belum memperlihatkan mukanya pada min ah.dan saat sehun berbalik

“ oppa. chanyeol oppa. Kau kah itu?” kata min ah dengan sedikit meringis kesakitan

“aku bukan chanyeol, aku oh sehun pengawal pribadi nona Sora. Tapi ngomong-ngomong siapa chanyeol?” kata sehun

“ah dia kakakku, sudah 10 tahun aku berpisah dengan kakaku. Aku kesini juga berencana mencarinya kembali aku belum percaya kalau dia sudah mati sbelum aku melihat mayatnya di depan mataku. Tapi semua barang peninggalan kakaku ada di tas yang kemarin.” Kata min ah panjang lebar. Sehun hanya terdiam dan memiarkan min ah istirahat lagi.

“dari kapan kau menjadi pengawal pribadinya.? Kata min ah 

“aku menjadi pengawalnya sudah 11 tahun.” Kata oh sehun

“dan aku tak mungkin kakakmu, karena aku sudah bekerja dengannya 11 tahun, sedangkann kakakmu pergi 10 thun yang lalu.” Kata sehun menambahkan.

“ah kau hanya mirip dengannya, lagi pula perawakanmu dengannya juga beda, kakaku itu agak sedikit lebih pendek darimu ah tidak dia setiinggi dirimu mungkin sekarang dan dia mempunyai hidung sepertiku. Tapi karena 10 tahun sudah berlalu mungin ada perubahan yang banyak di dirinya, aku sungguh merindukannya” Kata min ah sambil terus merasakan sakit 

“sudah tau beda kenapa kau memanggilku dengan nama kakakmu tadi. Tapi yg kau katakana benar juga, 10 tahu berlalu, mana mugnkin akan sama” Kata sehun heran dan sedikit termenung

“aku kan baru sadar, jadi wajar lah.” Kata min ah sedikit tersenyum, Sora yang melihat dan mendengar perbincabngan mereka tersenyum juga dan keluar dari kamarnya.

“kalian cepet akrab ya.” Kata Sora

“aku pergi sekarang.” Kata Sora sambil pergi menuju pintu 

“aku akan mengantarmnu nona.” Kata sehun

“tak usah, kau jaga dia saja, eh siapa namamu?.” Kata Sora melihat ke arah min ah

“namaku min ah..” kata min ah singkat

“ah baiklah aku akan menjaganya.” Sehun menjaawab cepat.

“min ah – ssi, dan aku sora, kau jangan salah paham padanya ya, walalupun dia itu manis imut dan sedikit sangar, dia baik ko, asal jangan membuat dia jengkel saja.” Kata Sora sedikit tersenyum. Sehun juga tersenyum dan membukakan pintu untuk Sora. Min ah melihat kepergian Sora dan juga melihat sehun. Dia melihat keduanya dengan seksama.

Setibanya di kampus, Sora memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Dia keluar dari mobil dan berjalan menuju kelasnya, di pertengahan jalan menuju kelasnya, dia tak sengaja bertabrakan dengan lelaki.

“ah maaf nona. Aku tadi sedang membenarkan jas ku dan tidak melihat ke depan, sekali lagi maaf.” Kata lelaki itu.

“tak apa.” Sora singkat menjawab permintaan maaf lelaki itu dan terus berjalan tanpa melihat lelaki yang memang sedari tadi sengaja untuk menabrak Sora. Lelaki itu terus memandangi Sora sampai tak terlihat lagi.

“dia sungguh cantik.” Kata lelaki itu

“dan aku akan mencoba mendekatimu dengan anggun.” Tambah lelaki itu dengan senyum yang teramat sangat manis menghiasi wajahnya. 

Di kelas bahkan di kampusnya Sora adalah wanita yang di incar sebagin besar lelaki di kampusnya, tapi karena dia acuh tak seorang pun yang berhasil mendekati Sora sampai taraf perbincangan pribadi, hanya perbincangan biasa yang menurut Sora itu pantas untuk d perbincangkan.


tau dong siapa lelaki yang menabrak nya..
tapi tapi belum samapi ketemu, jadwal pertemuan mereka masih jauh..
jadii stay tuned ya buat episode berikutnya.
gomawo sudah baca

I know It's You {part 1}




 Main Cast

  • Kim min seok As Xiumin
  • Sohee as Sora
  • Park Chanyeol as Sehun juga chanyeol asli
  • Choi Sooyoung as Kim Min Ah 
other cast : bisa di baca nanti
desclaimer : cerita, tataa letak, murni keluar dari pikiran sendiri, tapi ada satu Xiumin belong to me.
happy reading
satu lagi banyak typo bertebaran.
poster made by Icheichi

story begin



Kota washington menjadi kota yang sangat ramai pada pagi hari sekalipun. Banyak orang berlalu lalang di setiap jalan, dan trotoar untuk mencari penghasilan yang besar. Tepat di apartemen berwarna krem itu. Sora seorang anak perempuan yang dilahirkan di tengah-tengah keluarga elit. Yang mementingkan kehidupan materinya di banding yang lain. Ya, orangtuanya mengirimnya ke amerika untuk belajar. Agar kelak dia bisa menggantikan posisi ayahnya di perusahaanya nanti. Umurnya sekarang baru 19 tahun, juga dia termasuk pintar di bidangnya. Dia juga sama sekali tak menghiraukan orang-orang di dekatnya. Walau dia merasa kesepian. Dia selalu mengabaikan perasaan itu dan dia berfikir, teman bisa di beli dengan uang. Karena memang teman-temannya seperti itu semua. Baik hanya jika Sora mentraktir mereka makan, dan berpura-pura baik jika menginginkan sesuatu dngan uang. 

Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan kim min ah seorang perempuan sederhana yang tiba-tiba datang ke kehidupannya dengan tidak sengaja. Pertemuannya terjadi ketika melihat kim min ah d jahati oleh segerombolan penjahat. Sora melihat dia sedang berkelahi dengan para penjahat itu. Sora melihatnya kagum karena pada saat itu kim min ah sangat pandai berkelahi tapi nasib naas menimpanya seseorang menusuknya dari belakang dan meninggalkannya di tempat itu. Para penjahat itu berhasil mengambil barang kim min ah dan pergi meninggalkan mina ah sendirian. Dan pada saat itu juga Sora mendekati min ah lalu mencoba menelpon ke rumah sakit

“jangan bawa aku ke rumah sakit, aku mohon.” Kata min ah lemah

“tapi kau terluka, dan lukamu itu dalam.” Seketika itu minah pingsan, Sora makin panic.. dia tak menghiraukan apa yang di atakuti min ah.

“ah apa aku telpon pengawalku saja. Iya itu ide yang bagus.” Kata min ah
Tapi belum Sora menelepon, pengawal pribadinya datang

“belum aku meneleponmu kenapa kau sudah datang.” Kata Sora

“maaf nona, saya bertugas unutk mengikuti nona kemana saja. Dan nona juga sudah tau itu, saya akan terus mengawasi dan menjaga nona dari kejauhan seperti yang diperintahkan olleh ayah nonoa.” Kata Park Sehun penawal pribadi Sora

“ah iyya aku luppa. Kau bawa orang ini ke rumahku, dan obati dia, atau panggil dokter pribadi kita.

“ah tapi nona, kenapa.” Belum sehun meneruskan kata-katanya

“aku juga tidak tahu, aku hanya merasa dia ini berbeda dengan manusia lain.” Kata Sora, sehun hanya mengangguk dan membawa min a ke rumah Sora.
Setibanyq kerumah Sora, sehun langsung menidurkannya di sofa tidur. Sehun terus memandangi min ah penuh dengan tatapan curiga. Sora yang melihat itu,
“jangan dulu beranggapan buruk kepada orang-orang di dekatku, cukup awasi mereka saja.” Kata Sora membuyarkan tatapan sehun.
“ah baik nona, maaf.” Sehun tak pernah marah jika di marahi ataupun di buat jengkel oleh Sora, karena memang sehun tau watak Sora. Dia telah menjadi pengawal Sora sudah lama. Sehun juga punya hutang budi kepada Sora karean dia pernah menyelamatkan nyawanya.

Flashback
11.30 waktu seoul  (?)
Terjadi kecelakan di jalan menuju everland (kaya ancol kalo d indo). Sora dan ayahnya yang sedang berjalan-jalan melihat tabrakan itu. Sora tak sengaja melempar bonekanya ke jalan dan di ambil oleh anak lelaki itu. anak lelaki di tabrak dan di biarkan tergeletak begitu saja.
“ayah tolong dia, dia sedang sekarat.” Kata Sora yang terus memandangi anak itu
“iya nak,” kata ayahnya, ayahnya langsung menggendong anak lelaki itu dia di bawa kerumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Sora sangat khawatir. Dia tak tahu kenapa dia bisa sekhawatir itu. Sora mendengar apa yang sedang d bicarakan oleh ayah dan dokter. Pa dokter bilang bahwa untung saja anak itu d bawa dengan cepat. Jika tidak dia tak akan selamat. Tapi kabar buruknya anak itu mengalami hilang ingatan.
Sora datang ke kamar sehun
“hei kau, kau sudah sadar? Kau tau siapa namamu? Hei.” Sora terus menaynyakan ke anak itu. Walalu dia tahu dia tak akan menjawab.
“ayah dia bisa sadarkan? Ayah bolehkan dia jadi pengawal pribadiku sampai ingatannya kembali lagi? Ayah bolehkan, ayah ayah kan kaya, ayah juga mau kan menyekolahkan dia satu sekolah denganku? Ah atau tidak satu sekolah saja juga tak apa-apa.” Kata Sora memeluk ayahnya.
Flashback end

“apa dia sudah sadar?” Tanya Sora yang sedari tadi duduk di pinggir sofa.

“nona tidur saja dulu, saya akan menjaganya.” Kata sehun
“dulu juga kau seperti ini. Aku khawatir, aku takut orang yang ada di depanku mati. Aku tak mau melihat orang mati di dekatku. Sadarkan dia sekarang.” Kata Sora

“kau tidak seperti terlihat dari luar, walalu memang kau acuh dengan keadaan d sekitarmu, tapi jika itu mnyengkut nyawa, kau.” Belum sehun meneruskan kata-katanya

“aku tak mau melihat orang mati di dekatku. Ibuku mati di dekatku ketika dia menyelamatkanku. Kau hampir mati ketika mau mengambilkan bonekaku, dan orang ini, wanita ini terluka ketika mempertahankan barang berharga yang ia punya, dan itu bukan uang.” Tak terasa air matanya menetes di depan sehun. Ya dia selalu menangis di depannya. Seorang pengawal pribadi yang lebih cocok di jadikan kakak sebenarnya. Yang selalu menenangkan Sora dan dengan sengaja diam di dekatnya. Dengan otomatis Sora membuka mulutnya dan berbicara semua masalahnya, sehun mendengarkannya dengan hati hati dan hanya diam.

“kau terima kasih. Tapi kenapa kau selalu diam dan tak pernah meyarankan sesuatu padaku.” Lanjut Sora menghadap ke sehun

“maaf nona. Bukiannya aku tak mau menyarankan sesuatu, hanya saja yang saya tau. Anda bisa menyelesaikannya sendiri dan beluk saya sarankan pn anda selalu tau apa yang ada d pikiran saya. Jadi saya hanya akan mendengarkan nona denga hati-hati. Jika memang nnona ingin saran dari saya, hanya satu yang bisa saya katakana. Teruslah bersikap sepertiini, jangan biarkan orang lain melihat air mata nona jika orang itu bukan orang yang sangat dekat dengan nona. Untuk masalah wanita ini  saya akan mengurusnya. Sekarang nona istirahatlah. Jangan berpikir terlalu banyak.” Sehun panjang lebar menjelaskan. Sora hanya tertunduk.

“ah iyya benar yang kau katakan. Kau memang selalu benar. Oh iyyaa. Besok aku harus pagi-pagi. Tolong jaga dia.” Kata Sora berlalu meninggalkan sehun dan min ah ke kamar.

tapi sebenarnya aku tak tahu aku ini siapa.” Sehun terdiam duduk di depan sofa min ah. Dia masih pingsan. Malam itu berlalu dengan tanda Tanya yang besar di kepala sehun. Tentang siapa dirinya dan kenapa dia seperti mengenal wajah wanita ini. Wanita yang sedang berbaring sekarat d hadapaannya.


to be continued....